Menurut dia, kunci dari peristiwa ini adalah terbentuknya sumbatan sungai atau landslide dam di hulu lereng selatan Gunung Burangrang.
Material longsor menutup aliran sungai dan menahan air hingga mencapai kondisi jenuh.
Ketika bendungan alami itu jebol, air langsung meluncur membawa lumpur, pasir, serta bongkah batu dengan kecepatan tinggi menuju kawasan hilir.
Imam menilai, penjelasan yang hanya menyoroti alih fungsi lahan belum cukup menggambarkan kompleksitas kejadian.
Ia menyebut adanya interaksi faktor alamiah, terutama karakter batuan vulkanik tua dengan lapisan pelapukan yang tebal.





