“Bagaimana merawat bumi kita dengan mengolah limbah plastik menjadi karya seni dengan metode yang mudah. Jadi saya jamin semua orang bisa berkarya dengan limbah plastik ini,” kata Teguh.
Ia menambahkan metode yang dikembangkannya juga telah melahirkan banyak murid yang kini menjadi seniman profesional.
Diskusi bertajuk Sustainable Art Talk dalam pameran tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya kurator dan seniman Rahmat Jabaril, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa, serta Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Politeknik Pariwisata NHI Bandung Wisnu Rahtomo.
Adi Junjunan Mustafa menilai pameran tersebut menarik karena menunjukkan bagaimana sesuatu yang dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.
“Ini bagian dari kreativitas. Sesuatu yang tadinya tidak atau kurang bernilai menjadi punya value yang tinggi,” ujarnya.
Acara pembukaan pameran juga ditandai dengan permainan angklung bersama oleh para tamu undangan sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan “Seni Menjaga Bumi” yang menggabungkan seni, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





