Daerah

Peran Penting Pokdarwis Dalam Pengembangan Pariwisata di Purwakarta Pasca Pandemi

×

Peran Penting Pokdarwis Dalam Pengembangan Pariwisata di Purwakarta Pasca Pandemi

Sebarkan artikel ini
Ketua Forum komunikasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kabupaten Purwakarta, Mochamad Aripin saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Kepariwisataan tingkat Kabupaten Purwakarta tahun 2022. (Foto: Gin/Jabarnews)
Ketua Forum komunikasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kabupaten Purwakarta, Mochamad Aripin saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Kepariwisataan tingkat Kabupaten Purwakarta tahun 2022. (Foto: Gin/Jabarnews)

“Aspek pariwisata ternyata juga sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Karena sektor pariwisata tidak harus dilihat dalam perspektif internasional saja. Pengembangan pariwisata dapat dimulai dari wisata lokal, yakni pariwisata berskala desa yang bisa dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat,” ujar Kang Ipin.

Lalu, lanjut dia, ada 3 pilar utama untuk pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Baca Juga:  78 Calon Kader Pengawasan Pemilu di Purwakarta Jalani Tes Wawancara

“Peran Pokdarwis dan terbentuknya Pokdarwis di masyarakat terutama di daerah destinasi wisata selain juga keterlibatan sektor penunjang lainnya yang tidak dapat diabaikan seperti pelaku UMKM. Kita sesama pengelola wisata di Purwakarta sudah harus berkolaborasi, jangan asik berkompetisi jangan lupa inovasi dengan memanfaatkan teknologi digital dan beradaptasi ditengah pandemi dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” Tutur Kang Ipin.

Baca Juga:  BPBD Cianjur Minta Pengendara Waspada di Jalur Puncak-Cipanas

Ia menambahkan, Pokdarwis bersama pemerintah daerah dapat melakukan penguatan merek pariwisata pada masa pandemi dan new normal dengan menampilkan kesiapan destinasi menerapkan protokol kesehatan sehingga wisatawan merasa aman dari paparan virus Corona

“Melihat berkah terselubung pandemi Covid-19 untuk menciptakan pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih resilien, adaptif dan berdaya saing. Pelaku di sektor pariwisata sudah “naik kelas” artinya mereka mempunyai kapabilitas yang luar biasa, yaitu concern mereka di kesehatan, keamanan dan keselamatan (K3). Pademi ini belum akan berakhir dan kita harus bersiap mengantisipasi situasi tersebut,” ucapnya.

Baca Juga:  Doni Monardo Beri Perhatian Khusus Usai Gunung Ili Lewotolok Siaga Tiga
Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3

Tinggalkan Balasan