KH John juga meminta aparat keamanan, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk bertindak tegas terhadap setiap bentuk gangguan keamanan yang muncul selama Ramadan, termasuk tawuran dan aktivitas geng remaja pada malam hari.
“Jika didapati tawuran, geng motor, dan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, kepolisian harus tegas. Polisi jangan ragu ambil tindakan hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan, malam hari setelah salat tarawih hingga menjelang sahur merupakan waktu yang rawan dimanfaatkan remaja untuk berkumpul tanpa pengawasan. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak dinilai penting untuk mencegah keterlibatan dalam aktivitas berisiko.
“Bagi para ayah dan ibu, tolong ingatkan anak-anaknya, pantau dan ajak bicara anak-anak kita supaya mereka mengerti bahaya perang sarung,” kata dia.
Menurut KH John, Ramadan seharusnya menjadi momentum pembinaan moral dan penguatan nilai keagamaan, bukan diwarnai tindakan yang membahayakan keselamatan dan merusak ketertiban masyarakat. (Gin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





