“Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda alam akan terjadi bencana,” kata Azis.
Kepala Desa Rawabelut, Syarif Hidayat, menambahkan selain pergerakan tanah, intensitas hujan tinggi juga memicu longsor yang mengancam permukiman dan infrastruktur desa.
Empat rumah yang mengalami kerusakan berada di Kampung Cipeteuy, Kampung Gunung Hawu, dan Kampung Lembur Kandang, wilayah yang selama ini dikenal rawan bencana.
“Pergeseran tanah terjadi hampir setiap tahun terutama saat cuaca ekstrem, sehingga perlu penanganan serius agar tidak semakin membahayakan warga,” ujarnya.
Sebagian besar kawasan Desa Rawabelut memang berada di zona rawan longsor dan pergerakan tanah. Kondisi ini menuntut langkah mitigasi yang lebih sistematis dari pemerintah daerah guna mengurangi risiko bencana berulang. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





