JABARNEWS | INDRAMAYU – Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) mengembangkan mesin pencacah rumput gajah guna meningkatkan efisiensi pengolahan pakan ternak bagi peternak domba dan kambing di Kabupaten Indramayu. Inovasi tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan dosen dan mahasiswa Polindra.
Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi peternak, yakni banyaknya pakan ternak yang terbuang karena rumput diberikan secara utuh tanpa proses pencacahan. Kondisi tersebut membuat ternak tidak mengonsumsi pakan secara optimal, terutama rumput berbatang besar, ranting, dan dedaunan.
Selain itu, pencacahan pakan masih dilakukan secara manual. Alat pencacah sederhana yang sebelumnya digunakan mitra dilaporkan rusak dan memiliki kapasitas sangat terbatas, hanya mampu memotong satu batang rumput dalam satu kali proses. Hal ini berdampak pada rendahnya efisiensi waktu dan tenaga, serta menurunkan produktivitas ternak.
Padahal, ketersediaan bahan pakan seperti rumput gajah di lokasi mitra tergolong melimpah karena ditanam di sepanjang akses menuju kandang. Namun, ukuran dan tekstur rumput gajah menyulitkan proses pencacahan manual sehingga pemanfaatannya belum maksimal.
Salah satu mitra penerima manfaat dalam program ini adalah Ahmad Wanai, peternak domba dan kambing yang tergabung dalam kelompok tani setempat. Ia menjadi perwakilan peternak yang selama ini menghadapi keterbatasan alat dalam pengolahan pakan ternak.





