
“Setelah didapatkan calon tenaga kerja kemudian diminta uang sebesar Rp500 ribu dengan berbagai alasan mulai dari membuka rekening, cek kesehatan, dan alasan lain,” jelasnya.
Uang yang diterima para calon tenaga kerja tersebut justru disalahgunakan pelaku untuk keperluan pribadi sementara janji penempatan kerja di perusahaan ternama tidak kunjung terealisasi. (Red)
Baca Juga: Kriminalitas di Garut Naik 25 Persen Sepanjang 2025, Penipuan dan Kekerasan Masih Dominan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





