Daerah

Potret Kemiskinan di Serdang Bedagai: Seorang Pemulung Hidup Sebatang Kara dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik

×

Potret Kemiskinan di Serdang Bedagai: Seorang Pemulung Hidup Sebatang Kara dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik

Sebarkan artikel ini
Pemulung
Sabar, pemulung tinggal di gubuk reyot tanpa listrik. (Foto: Ahmad/JabarNews).

JABARNEWS | SERDANG BEDAGAI – Sabar (67), seorang pemulung tinggal sebatang kara di gubuk reyot yang dibangunnya di Dusun 9 Makmur, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Selain tinggal di gubuk tidak layak huni, ternyata Sabar hidup tanpa penerangan listrik selama lebih 3 tahun. Setiap malam dia hanya menggunakan lampu sentir sebagai alat penerangan dalam rumahnya.

Baca Juga:  Sindikat Maling Motor Lintas Kabupaten Terungkap di Purwakarta, Polisi Bekuk 6 Tersangka

Bahkan dia tidak mempunyai wc, setiap buang air besar, Sabar terpaksa pergi ke jamban sekitar parit kebun yang ada di belakang gubuknya.

Baca Juga:  Kelurahan Simpang Tiga Serdang Bedagai Ditata Melalui Program KOTAKU

Untuk makan, Sabar naik motor bututnya untuk mencari barang bekas yang didapatnya dari rumah ke rumah dan atau dikumpulnya dari tempat pembuangan sampah.

Baca Juga:  PLN Paparkan Konsep Transisi Energi Menuju COP28, Presiden Jokowi Tekankan Hal Ini

Menurutnya, selama 3 tahun tinggal di gubuk reyot tanpa listrik, dia harus mencari barang bekas agar bisa membeli beras. Hal itu disebabkan dia tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik BLT< PHK maupun BPJS gratis.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23