• Selasa, 19 Oktober 2021

Agar Bisa Nonton Persib, Dedi Mulyadi Belikan Bobotoh Berusia 102 Tahun Ini TV

- Selasa, 20 April 2021 | 08:48 WIB
Abah Sarji Bobotoh Persib 102 Tahun  (Foto: Istimewa)
Abah Sarji Bobotoh Persib 102 Tahun (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | KUNINGAN – Kisah Abah Sarji belakangan ini menjadi bahan pembicaraan warganet. Selain masih bugar di usianya yang 102 tahun, sosok Abah Sarji juga menjadi perhatian karena perjalanan hidupnya.

Saat ini Abah Sarji tinggal di sebuah rumah di Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Ia dikenal sebagai fans berat Persib Bandung atau biasa dikenal dengan bobotoh.

Saking cintanya dengan Persib, Abah Sarji mengecat rumahnya dengan warna biru yang menjadi kebanggaan tim Maung Bandung. Namun selama ini ia hanya bisa menumpang nonton di rumah keponakannya. Sebab di rumahnya belum tersedia televisi.

Mendengar kisah itu Anggota DPR RI Dedi Mulyadi langsung mengutus stafnya menemui Abah Sarji untuk memberikan TV. Sesampainya di lokasi staf itu pun langsung menyambungkan pembicaraan antara Dedi dan Abah Sarji melalui telepon.

Dalam perbincangan tersebut terungkap jika Abah Sarji telah menikah sebanyak 6 kali selama hidupnya. Bahkan ia masih mengingat satu per satu mantan istrinya dan juga asal mereka.

“Nikah sudah enam kali. Sekarang terakhir istri umur 74 tahun masih hidup namanya Juniah,” tutur Abah Sarji kepada Dedi Mulyadi.

Saat muda Abah Sarji adalah seorang pemuda yang nakal bahkan memiliki lebih dari 100 pacar. Meski hanya berprofesi sebagai tukang becak dan petani namun banyak wanita yang tergila-gila padanya. Bahkan sudah tak terhitung lagi berapa jumlah wanita yang rela ditidurinya saat masih muda dulu.

Kini di usia tuanya Abah Sarji memilih hidup menyendiri di rumah tersebut dengan menghabiskan waktu untuk bertobat dan menyesali perbuatannya. Bahkan sepanjang pagi hingga malam ia terus meminta ampunan pada Allah atas segala perbuatannya terdahulu.

“Saya hidup di dunia bersyukur pada Allah, semua yang di dunia milik Allah. Makanya kalau kata pemerintah begini saya ikuti karena itu pemerintah kehendak Allah. Nanti kita juga masuk ke kubur kembali ke Allah. Yakin ke Allah, takutlah pada Allah,” ujarnya.

Untuk makan dan biaya sehari-hari Abah Sarji hanya mengandalkan pemberian orang lain, sebab ia sudah tidak lagi bekerja. Bahkan istrinya yang tinggal terpisah hanya bisa sesekali ia beri uang tergantung dari pemberian yang didapat.

“Ya istri mah menerima semuanya. Mau dikasih Rp 10 ribu, Rp 20 ribu atau Rp 30 ribu, berapa juga terima,” katanya.

Untuk menghilangkan kejenuhan, sejak 20-30 tahun silam ia menjadi hobi menonton pertandingan Persib Bandung. Bahkan ia rela keluar rumah menuju keponakannya hanya sekadar menonton pertandingan tim kesayangannya itu.

“Minggu depan Persib sudah semifinal. Abah mah siang-malam terus berdoa buat Persib menyerahkan ke Allah. Tapi menang atau kalah Abah mah tetap cinta Persib,” ucapnya.

Di akhir perbincangannya Dedi menitipkan satu unit TV melalui stafnya untuk Abah Sarji.

“Nanti mah nonton Persib enggak perlu numpang, bisa sendiri. Selamat menonton, doakan terus semoga Persib juara,” ujar Dedi Mulyadi.

Editor: Muhammad Amaludin

Tags

Terkini

X