JABARNEWS | CIEBON – Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat produksi gabah kering giling (GKG) pada panen pertama periode Januari hingga April 2026 mencapai 139.811 ton atau setara 89.633 ton beras.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan capaian tersebut didukung berbagai langkah pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah perubahan iklim.
Menurut Deni, pemerintah daerah terus memperkuat pendampingan kepada petani, mempercepat masa tanam dan meningkatkan koordinasi dengan kelompok tani untuk menjaga stabilitas produksi pangan.
“Produksi pada awal 2026 tersebut menjadi modal penting untuk menjaga ketersediaan pangan serta memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Kabupaten Cirebon,” kata Deni dalam keterangan yang diterima, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan kondisi produktivitas pertanian di Kabupaten Cirebon secara umum masih tergolong baik meski terjadi perubahan pola panen akibat cuaca yang tidak menentu.
“Secara teknis produktivitas kita bagus, namun terjadi pergeseran waktu panen karena kondisi iklim yang tidak menentu,” ujarnya.





