Daerah

Anak SD di Purwakarta Diduga Jadi Korban Perundungan, Ngadu ke Wali Kelas Malah Disepelekan

×

Anak SD di Purwakarta Diduga Jadi Korban Perundungan, Ngadu ke Wali Kelas Malah Disepelekan

Sebarkan artikel ini
Ibu korban perundungan SD Purwakarta melapor ke wali kelas
Ilustrasi perundungan anak sekolah dasar di Purwakarta (Foto: Istimewa)

“Sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak, bukan justru tempat yang membuat mereka merasa terancam,” tegas Agus.

Kegagalan sekolah menangani kasus ini, lanjut Agus, menandakan perlunya intervensi pihak eksternal.

Ia mendesak Dinas Pendidikan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI/KPAD), hingga Ombudsman RI untuk segera turun tangan. Apabila ditemukan unsur kekerasan fisik atau psikis, aparat penegak hukum juga wajib dilibatkan.

Baca Juga:  Bebegig Ciamis Meriahkan Hari Jadi Purwakarta 2025, Simbol Penjaga Alam dan Persatuan

Bullying yang diabaikan bukan hanya melukai korban secara langsung, tetapi juga mengkhianati masa depan pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus mendorong Dinas Pendidikan Purwakarta untuk membentuk unit perlindungan anak di setiap sekolah. Unit ini harus aktif melakukan sosialisasi dan pemantauan, bukan sekadar formalitas.

Baca Juga:  Kejari Purwakarta: Ada Tidak Tersangka Lain, Tunggu Di Persidangan

Selain itu, ia menekankan pentingnya pelatihan khusus bagi para guru agar mereka mampu menangani konflik antar murid dengan cepat dan bijak, sehingga kasus perundungan tidak terus berulang.

Baca Juga:  Sedih, Anak-anak Turun Ke Jalan Ikutan Demo

“Guru perlu dibekali keterampilan menghadapi konflik, supaya tidak abai dan bisa segera melindungi murid dari kasus perundungan,” pungkasnya.(Gin)

Pages ( 3 of 3 ): 12 3