Daerah

Anak SD di Purwakarta Diduga Jadi Korban Perundungan, Ngadu ke Wali Kelas Malah Disepelekan

×

Anak SD di Purwakarta Diduga Jadi Korban Perundungan, Ngadu ke Wali Kelas Malah Disepelekan

Sebarkan artikel ini
Ibu korban perundungan SD Purwakarta melapor ke wali kelas
Ilustrasi perundungan anak sekolah dasar di Purwakarta (Foto: Istimewa)

Ia juga menilai wali kelas kerap membeda-bedakan murid satu dengan lainnya.

“Wali kelas pernah bilang kalau anak saya keterbelakangan dalam belajar. Padahal kan setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda,” tambahnya.

Tak hanya itu, Anies mengaku anaknya tidak diperbolehkan ikut kegiatan perkemahan pramuka, dan nomor teleponnya bahkan tidak dimasukkan ke grup kelas.

Baca Juga:  Terima Kirab Pemilu 2024, KPU Purwakarta Targetkan Peningkatan Partisipasi Pemilih

Akibatnya, AA sering terlambat mengerjakan tugas yang seharusnya dikoordinasikan melalui grup tersebut.

“Parahnya saat awal tahun ajaran nomor handphone saya tidak dimasukan ke grup kelas, sehingga anak saya terlambat dalam mengerjakan tugas,” sesal Anies.

Baca Juga:  528 Tahun, Majalengka Harus Siap Hadapi Perubahan

Pengabaian Bullying Khianati Masa Depan Pendidikan

Sekretaris Komunitas Pendamping dan Pengayom Pendidikan (KP3), Agus M. Yasin, mengecam keras pengabaian kasus dugaan perundungan di salah satu SD di Purwakarta.

Menurutnya, tindakan ini bukan sekadar masalah internal sekolah, tetapi pelanggaran serius terhadap prinsip perlindungan anak dan etika pendidikan.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus HIPMI Jabar 2025-2028: Fokus pada Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Ia menilai, sikap abai wali kelas saat orang tua melaporkan kasus ini menunjukkan adanya maladministrasi, bahkan bisa dianggap sebagai bentuk diskriminasi institusional.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3