Sudah 4 Kasus Keracunan Massal Terjadi di Jawa Barat, Begini Respon Dinkes

Ilustrasi keracunan massal di pondok pesantren di Kabupaten Subang
Ilustrasi keracunan massal di Jawa Barat. (foto: istimewa)

JABARNEWS │ BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mengambil langkah serius dalam menangani serangkaian kasus keracunan massal yang melanda beberapa kota dan kabupaten di wilayahnya.

Salah satu kasus terbaru terjadi di SD Negeri 1 dan 2 Cimerang, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, di mana puluhan siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi yoghurt yang dibeli dari pedagang di sekolah.

Baca Juga:  Gadis Remaja Penyandang Disabilitas di Pangandaran Dicabuli Ayah Kandung dan Tetangganya hingga Hamil

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Vini Adiani Dewi, mengungkapkan bahwa dalam cuaca ekstrem seperti yang sedang terjadi, munculnya penyakit-penyakit memang perlu diwaspadai oleh semua pihak, tidak hanya pemerintah.

Baca Juga:  Survei LSI Denny JA: Pergerakan Dedi Mulyadi Berperan Dongkrak Suara Prabowo di Jabar

“Di cuaca ekstrem seperti sekarang, kemungkinan penyakit-penyakit dapat muncul,” kata Vini.

Dinkes Jabar telah lama mengambil tindakan pencegahan terkait dampak cuaca ekstrem, termasuk pengiriman surat imbauan.

“Kami sudah mengeluarkan surat edaran, di awal pertama Gubernur Ridwan Kamil mengatakan bahwa setiap orang harus mengantisipasi dampak El Nino. Kami telah membuat surat edaran yang memerintahkan langkah-langkah antisipatif menghadapi musim kemarau ini karena ada fenomena El Nino,” jelasnya.

Baca Juga:  Aktivitas Warga di Tingkat RW Kota Bandung Semakin Hidup