Daerah

Udara Bandung Terasa Panas Ngelekeb? BMKG Beri Penjelasan

×

Udara Bandung Terasa Panas Ngelekeb? BMKG Beri Penjelasan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi cuaca panas. (ayobandung/kavin)
Ilustrasi cuaca panas. (ayobandung/kavin)

“Kejadian angin kencang di level permukaan hingga level 850 mb (1,5 km) menyebabkan awan-awan hujan (Cu dan Cb) yang tumbuh di sekitar Bandung raya kembali pecah atau tergeser ke arah timur hingga tenggara, sehingga hujan terjadi di wilayah Tasik, Ciamis, dan Banjar hingga ke Jawa Tengah, terutama Jawa Tengah bagian selatan,” tutur Rahayu.

Baca Juga:  Jadwal Tayang dan Harga Tiket Bioskop di Kota Bandung Hari ini

Lebih jauh Rahayu mengungkapkan, terpecahnya awan hujan di sekitar Bandung raya, selain menyebabkan kejadian hujan terganggu, juga mengakibatkan meningkatnya temperatur maksimum di wilayah tersebut.

Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, terpecahnya awan menyebabkan kondisi langit menjadi clear, sehingga sinar matahari langsung masuk hingga level permukaan tanah.

Baca Juga:  Hamil, Neng Sarah Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Selain itu, terganggunya proses hujan, menyebabkan tingkat kelembapan udara relatif (RH) tetap tinggi di atmosfer wilayah Bandung raya. Kondisi temperatur tinggi dan RH tinggi akan terasa panas dan lembap secara bersamaan atau dalam bahasa Sunda disebut “ngelekeb”.

Baca Juga:  BMKG Sebut Aktivitas Dua Segmen Sesar Lembang Meningkat, Gempa Dahsyat Ancam Bandung Barat

Dari data temperatur maksimum yang tercatat di BMKG Bandung, pada 23 Januari tercatat suhu berada di 31 derajat Celcius. Diikuti 24 Januari (30,6), dan 25 Januari (30,8). Adapun temperatur maksimum normal Januari adalah 27,7 derajat Celcius.

Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4

Tinggalkan Balasan