Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai komunikasi keluarga di era digital, teknik active listening, pendekatan empati, hingga penerapan konsep parenting Islami seperti qaulan layyinan dan qaulan sadidan dalam kehidupan sehari-hari.
Para pemateri juga menekankan pentingnya pola komunikasi yang tidak menyudutkan anak maupun pasangan dalam keluarga. Pendekatan I-message disebut lebih efektif dibandingkan You-message untuk meminimalisasi konflik dan membangun hubungan yang lebih harmonis.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui simulasi dan role-play komunikasi keluarga. Guru dan orang tua terlibat langsung dalam berbagai latihan untuk memahami cara menghadapi persoalan komunikasi dengan remaja di tengah pengaruh media digital.
Selain Nia Kurniati Syam, materi juga disampaikan oleh N. Sausan Muhammad Shaleh dan Yani Lukmayani.
Kepala MA Miftahurroja, Uus Zaenal Asikin, menilai edukasi tersebut relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama di lingkungan desa wisata yang semakin terbuka terhadap pengaruh budaya luar.





