Menurutnya, pembukaan Program Studi Rekayasa Kosmetika dilakukan untuk menjawab pertumbuhan industri kosmetik dan wellness berbasis sains yang saat ini berkembang pesat di Indonesia.
Mahasiswa nantinya tidak hanya mempelajari ilmu kosmetika, tetapi juga teknologi formulasi, riset bahan alami, inovasi produk, branding, hingga bisnis kosmetik dan peluang kewirausahaan di sektor kecantikan.
“Program ini hadir sebagai jawaban atas perkembangan industri kosmetik, skincare, dan beauty technology yang semakin diminati generasi muda,” katanya.
Selain Rekayasa Kosmetika, Universitas BTH juga membuka Program Studi S1 Gizi yang menjadi program gizi pertama di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
Ruswanto menjelaskan program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional bidang gizi dan kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting dan penguatan layanan kesehatan preventif.





