Menurut Tri, interaksi dengan pihak asing menuntut kesiapan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Dengan membiasakan diri dalam “One Day English”, ia berharap para pejabat daerah lebih percaya diri saat bernegosiasi dengan investor maupun mitra global.
“Kami ingin berlatih dan bersiap untuk menjadi kota internasional. Dan juga wacana WFH agar menjadi lebih produktif, makanya dipersiapkan betul,” tuturnya.
Pantau Kinerja Lewat E-Kinerja
Kendati bekerja dari rumah, Tri memastikan produktivitas ASN tidak akan kendor. Ia memerintahkan setiap kepala dinas untuk memberikan instruksi dan target harian yang jelas kepada staf. Semua progres pekerjaan wajib diunggah ke dalam sistem E-Kinerja (Ekin).
“Nanti kami lihat korelasinya antara yang diperintah dengan yang dikerjakan. Sekarang kami coba perintahnya itu dalam bahasa Inggris, one day English,” kata dia lagi.
Demi menjaga objektivitas, Pemkot Bekasi berencana menggandeng pihak akademisi dari perguruan tinggi untuk mengevaluasi kefasihan bahasa Inggris para kepala OPD.
“Kalau memang para universitas siap, mereka yang akan menjadi jurinya. Sehingga semua kepala dinas memiliki pemahaman yang sama,” tambahnya.
Seluruh jalannya rapat wajib direkam dan dilaporkan secara berkala kepada Asisten Daerah serta staf ahli.
Sebagai bentuk apresiasi, dinas dengan performa terbaik dan penguasaan materi yang mumpuni akan dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi Pemkot Bekasi lewat Diskominfo. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





