JABARNEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak pasangan muda untuk tidak memaksakan diri menggelar pesta pernikahan mewah. Ia menilai pernikahan sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) justru lebih bijak, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul maraknya fenomena masyarakat yang rela berutang demi menyelenggarakan pesta pernikahan.
“Menikah cukup di KUA. Apabila kemampuan orang tua atau pasangan muda dan mudi terbatas, alangkah baiknya tidak membuat pesta,” kata Dedi, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, tidak sedikit keluarga yang mengambil langkah ekstrem, mulai dari menjual aset hingga meminjam uang, hanya untuk membiayai acara pernikahan.
“Saya lihat banyak orang tua yang jual sawah, pinjam sana sini, bahkan sampai ke bank emok demi pesta. Akhirnya setelah pernikahan bukan kebahagiaan yang ada, tapi penderitaan,” ujarnya.





