Daerah

Pemuda Tasikmalaya Ngaku Dijual ke Kamboja, Dipaksa Jadi Pelaku Scam dan Judi Online

×

Pemuda Tasikmalaya Ngaku Dijual ke Kamboja, Dipaksa Jadi Pelaku Scam dan Judi Online

Sebarkan artikel ini
Kabid Humas Polda Jabar memberikan keterangan pers terkait kasus TPPO Kamboja.
Ilustrasi TPPO (Foto: Net)

“Di situ saya baru sadar, ternyata bukan kerja di restoran. Kami dipaksa jadi pelaku scam,” katanya.

PI mengaku bersama puluhan pekerja lain dipaksa menghafal skrip penipuan untuk menargetkan korban, mayoritas warga Indonesia. Data pribadi calon korban seperti NIK, alamat, dan nomor telepon disebut telah disediakan perusahaan.

Baca Juga:  Kuota Mudik Gratis Jabar 2026 Tinggal Sedikit, Buruan Segera Daftar di Sapawarga

Ia menyebut para pekerja dituntut menghasilkan uang dalam jumlah besar setiap bulan. Saat gagal memenuhi target, siksaan fisik dan mental diterima para pekerja.

Baca Juga:  Dana Program Makan Bergizi di Jabar Capai Rp 50 Triliun, Lebihi APBD Provinsi

“Saya pernah dimasukkan ke sel, tidak dikasih makan tiga hari, tidak boleh tidur,” ungkapnya.

PI juga mengaku menyaksikan sejumlah pekerja lain dipukul, disetrum, hingga dijual ke lokasi berbeda apabila tidak mencapai target. Ia sendiri kemudian dipindahkan ke wilayah perbatasan Thailand untuk dijadikan admin judi online.

Baca Juga:  Pemkab Tasikmalaya Upayakan Pemulangan Tujuh Warga Diduga Korban TPPO di Kamboja
Pages ( 2 of 4 ): 1 2 34