Jurnal Warga

112 Desa Belum Teraliri Listrik, Kok Bisa?

×

112 Desa Belum Teraliri Listrik, Kok Bisa?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi warga masih memanfaatkan penerangan secara tradisional.
Ilustrasi warga masih memanfaatkan penerangan secara tradisional.. (foto: stimewa)
Ilustrasi warga masih memanfaatkan penerangan secara tradisional.
Ilustrasi warga masih memanfaatkan penerangan secara tradisional.. (foto: stimewa)

Negara lah yang bertanggung jawab memastikan setiap individu rakyat terpenuhi kebutuhan listriknya, dengan harga listrik murah bahkan gratis, layanan merata sampai ke pelosok.

Dalam mengelola layanan listrik ini, negara menyediakan sarana prasarana terbaik sehingga memudahkan rakyat dalam mengaksesnya.

Baca Juga:  Peranan Digipay dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Pemberdayaan UMKM

Pemerintah dalam negara Islam wajib untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat karena pemimpin dalam Islam adalah raa’in atau pengurus urusan rakyat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.

Baca Juga:  Teror KKB di Papua, Aktivitas Perkantoran Lumpuh, Ratusan Warga Mengungsi

“Imam adalah raa’in (gembala) dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR Bukhari)

Maka tata kelola negara yang kapitalistik tidak mampu menyelesaikan permasalahan ini. Hanya penerapan aturan Islam secara menyeluruh akan mampu mewujudkan pemerataan listrik di seluruh wilayah. Wallahualam bissawab. (*)

Baca Juga:  Musyawarah yang Menyesatkan: Ketika Kepemimpinan Dipatahkan oleh Distorsi Komunikasi

Oleh Ummu Aidzul

*) Tenaga Pendidik

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 5 of 5 ): 1 ... 34 5