Jurnal Warga

HMI; Pemkot Perlu Evaluasi Total Kebijakan Penuntasan Kemiskinan di Kota Bandung

×

HMI; Pemkot Perlu Evaluasi Total Kebijakan Penuntasan Kemiskinan di Kota Bandung

Sebarkan artikel ini
HMI Cabang Bandung.
HMI Cabang Bandung. (foto: istimewa)
HMI Cabang Bandung.
HMI Cabang Bandung. (foto: istimewa)

Menurut Zeinny, model pembangunan yang berpusat pada manusia lebih menekankan pada pemberdayaan. Model ini menganggap inisiatif kreatif orang sebagai sarana pembangunan yang paling penting, dan melihat kesejahteraan material dan spiritual orang sebagai tujuan dari proses pembangunan.

Kajian strategis pemberdayaan masyarakat, baik ekonomi, sosial, budaya, dan politik, merupakan kontribusi penting bagi restrukturisasi pembangunan yang berpusat pada rakyat. Transformasi ini menawarkan peluang besar bagi masyarakat untuk berkembang secara inklusif.

Baca Juga:  Polemik Gas Melon Usai, Bagaimana Seharusnya Pendistribusiannya?

Dalam pembangunan partisipatif, pemberdayaan merupakan strategi yang dianggap tepat apabila faktor-faktor penentunya dikondisikan agar esensi pemberdayaan tidak terdistorsi.

Muhammad Zeinny juga menyotori tentang Upaya lain buat menanggulangi perkara kemiskinan merupakan partisipasi aktif semua warga melalui sebuah gerakan yang massif. Gerakan ini dilakukan buat menghilangkan kesan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan “hanya” adalah tanggung jawab pemerintah.

Baca Juga:  Lokasi SIM Keliling Bandung 23 Maret 2022

Partisipasi aktif warga pula memberitahuakn bahwa mereka mempunyai ikut merasakan yang pada yang dibangun berdasarkan prinsip silih asih, silih asuh dfan silih asah. Kepedulian pemerintah pada penanggulangan kemiskinan bisa dipandang melalui acara Gerakan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (Gerdu Taskin) yang dicanangkan pemerintah semenjak 1998.

Baca Juga:  Beri Lampu Hijau Laksanakan Shalat Idulfitri, Yana Mulyana Titip Satu Pesan
Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4

Tinggalkan Balasan