Jurnal Warga

Musyawarah yang Menyesatkan: Ketika Kepemimpinan Dipatahkan oleh Distorsi Komunikasi

×

Musyawarah yang Menyesatkan: Ketika Kepemimpinan Dipatahkan oleh Distorsi Komunikasi

Sebarkan artikel ini
Fajar Shiddiq Permana
Humas BKBH PP Persatuan Islam & Ketua PC Pemuda Persis Kiaracondong Moh. Fajar Shiddiq Permana, S.Kom.I., M.I.Kom. (Foto: Istimewa).

Ketika perisai itu dihancurkan tanpa dasar yang sah, umat menjadi tanpa pelindung, tanpa arah. Musyawarah berubah dari jalan berkah menjadi arena fitnah. Maka, yang rusak bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga tatanan kepercayaan, akhlak kolektif, dan stabilitas sosial.

Baca Juga:  Pengusaha Muda Dadan Tri Yudianto, Bantu Kubah Besar Masjid Al-Ishlah Salopa Tasikmalaya

Musyawarah harus kembali pada ruhnya: ruang etis, inklusif, jujur, dan terbebas dari syahwat kekuasaan. Kepemimpinan dalam Islam bukan milik kelompok, tetapi amanah dari Allah yang dijalankan demi maslahat umat. Karena itu, mengacaukan musyawarah sama dengan merusak pilar-pilar komunikasi keumatan.

Baca Juga:  Sambut Hari Kemerdekaan Indonesia, PERSIS Peduli Distribusikan Bantuan untuk Palestina Lewat Jalur Yordania

Dalam era disrupsi narasi, komunikasi strategis umat harus kembali kepada akhlak dan adab, bukan retorika kekuasaan. Hanya dengan demikian, syura bisa menjadi cahaya peradaban, bukan alat kegelapan politik.***

Baca Juga:  Memaknai Hari Ibu dalam Perspektif Islam

Tulisan ini sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 3 of 3 ): 12 3