Nasional

RI Berpotensi Kehilangan Ribuan Hektare Aset? IAW Minta Audit Nasional

×

RI Berpotensi Kehilangan Ribuan Hektare Aset? IAW Minta Audit Nasional

Sebarkan artikel ini
Iskandar
Sekretaris Pendiri IAW Iskandar Sitorus. (Foto: Istimewa).

Menanggapi kondisi ini, IAW mengajukan beberapa usulan strategis, antara lain penerbitan Keputusan Presiden tentang audit nasional aset warisan sejarah, pembekuan sementara HGB yang berdiri di atas lahan eks-APBN, serta pembentukan Satgas Nasional Pemulihan Aset Sejarah (SANPAS). Satgas ini diharapkan melibatkan lintas lembaga, seperti BPK, KPK, Kejaksaan, BPN, Arsip Nasional, BIN, dan Kementerian Keuangan.

Baca Juga:  Kasus Pungutan Liar di Jabar Terindikasi Tinggi, Ridwan Kamil Disebut Tak Cermat Urus Pungli

IAW juga mendorong audit ulang terhadap catatan keuangan dua institusi era 1960-an Bank Sukapura (cikal bakal Bank DKI) dan KUPAG yang dahulu menyalurkan pembiayaan untuk pembelian tanah negara.

Baca Juga:  Elektabilitas Prabowo-Gibran Masih Tertinggi, Nomor Urut 1 dan 2 Beda Tipis

Terakhir, Iskandar menekankan pentingnya mengkaji kembali status kelembagaan Yayasan Gelora Bung Karno (YGORBK), agar fungsi utamanya tetap sejalan dengan amanat Keppres No. 318 Tahun 1962.

“Langkah-langkah ini ditujukan bukan hanya untuk menyelamatkan aset negara, tetapi juga sebagai wujud komitmen terhadap kedaulatan fiskal dan penghormatan terhadap sejarah nasional,” ujarnya.

Baca Juga:  Gara-gara Ini, Billy Syahputra Dipolisikan ke Polres Metro Jakarta Selatan

Menurut IAW, dengan dukungan kebijakan dari Presiden dan transparansi audit dari Kementerian Keuangan, pemulihan aset strategis yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp17.450 triliun sangat mungkin direalisasikan.

Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4