Diluncurkan Presiden Jokowi, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Dukung Govtech Indonesia

BPJS Ketenagakerjaan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo. (Foto: BPMI Setpres).

JABARNEWS | BANDUNG – Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan Government Technology (GovTech) Indonesia bernama INA Digital di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/5/2024), lalu. Peluncuran tersebut merupakan terobosan yang dilakukan pemerintah guna mengakselerasi transformasi digital dan pelayanan publik yang solutif dan transparan.

Baca Juga:  Muncul Dua Klaster Covid-19 di Majalengka, Sekda: Nggak Genting, Tapi Harus Antisipasi

Presiden Jokowi menekankan bahwa kemudahan dan kepuasan masyarakat harus menjadi tolok ukur utama dalam memberikan pelayanan kepada publik.

“Kita harus memperkuat digital public infrastructure kita, semacam jalan tol untuk digitalisasi pelayanan publik. Kita juga harus memperkuat transformasi GovTech kita, satu portal terintegrasi yang kita namakan INA Digital,yang di situ ada layanan pendidikan, layanan kesehatan dan pelayanan izin usaha, ada perpajakan dan lain-lainnya,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Tiga Orang Meninggal, Warga di Kutawaluya Karawang Khawatir Penyebaran Covid-19

Dia berharap, hadirnya INA Digital mampu mengintegrasikan seluruh aplikasi dan platform milik masing-masing kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah yang saat ini jumlahnya mencapai 27.000.

Baca Juga:  Gelombang Pertama Peserta Kartu Pra Kerja Mulai Terima Dana

“Mulai tahun ini berhenti membuat aplikasi yang baru, berhenti membuat platform-platform baru. Stop!” tuturnya.