Daerah

Fragments From Below: Saat Seni Mengungkap Ketegangan Manusia dan Laut di Artsociates Bandung

×

Fragments From Below: Saat Seni Mengungkap Ketegangan Manusia dan Laut di Artsociates Bandung

Sebarkan artikel ini
Alessio
Pameran “Fragments From Below” karya Alessio Ceruti di ArtSociates Bandung. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Laut tidak lagi sekadar ruang biologis atau bentang geografis dalam pameran “Fragments From Below”. Melalui karya-karyanya, seniman asal Italia, Alessio Ceruti, justru menempatkan laut sebagai ruang ketegangan antara keindahan dan kerentanan, antara pengetahuan dan misteri yang kini semakin dekat dengan realitas manusia.

Dipamerkan di ArtSociates Gallery–Café, Jalan Dago Giri 99, Bandung, sejak 17 April 2026, karya-karya Ceruti mengangkat pengalaman bawah laut menjadi eksplorasi visual yang melampaui dokumentasi. Berangkat dari fotografi dan video penyelaman, ia mengolah citra melalui intervensi berlapis hingga batas antara realitas dan imajinasi menjadi kabur.

Baca Juga:  Anak di Bawah Umur Terjaring Operasi Zebra Lodaya 2024, Kapolres Purwakarta Tegaskan Hal Ini

Kurator pameran, Agung Hujatnikajennong, menilai pendekatan tersebut membuka cara pandang baru terhadap laut yang selama ini lebih sering dimonopoli oleh sains. “Seni punya cara sendiri membicarakan laut. Sains melihat laut sebagai data, sebagai kartografi, seolah semuanya terjelaskan. Padahal tidak, masih banyak ruang misterius. Pada titik itu seni punya peran,” ujarnya.

Baca Juga:  Aher Lantik Anggota BPSK Dari Tiga Daerah

Menurut Agung, karya Ceruti bergerak di antara dua kutub: saintifik dan puitik. Sosok-sosok biota laut yang ditampilkan tampak akrab, namun sekaligus ganjil, seolah berada di ambang antara yang dapat dikenali dan yang sulit dijelaskan.

Baca Juga:  Penyiaran Digital Jadi Kebijakan Strategis, KPID Jabar: Kita Harus Amankan

Ceruti sendiri menyebut proyek ini sebagai riset yang masih berlangsung tentang relasi manusia dengan alam, termasuk dorongan untuk menguasai sekaligus melestarikannya. “Yang ingin saya tunjukkan adalah ketegangan antara keindahan dan kerapuhan, antara keteraturan dan kekacauan, serta sesuatu yang tampak permanen tetapi bisa menghilang seiring waktu,” kata Ceruti.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2