Nasional

Duh, Tiap Hari Ada Penambahan 70 Kasus Covid-19 di Bandung Barat

×

Duh, Tiap Hari Ada Penambahan 70 Kasus Covid-19 di Bandung Barat

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | BANDUNG BARAT – Sejak awal Juni ini, terdapat penambahan 666 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat. Tak heran, Bandung Barat kembali masuk ke dalam zona merah Covid-19.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Bandung Barat, Rabu (9/6/2021), penambahan 666 kasus positif Covid-19 itu terjadi pada pada 1-9 Juni 2021. Dengan demikian, total ada 8.089 kasus Covid-19 di Bandung Barat sejak pandemi melanda.

Saat ini kasus aktif Covid-19 di Bandung Barat berjumlah 639 orang, kemudian warga yang meninggal dunia karena Covid-19 tercatat ada 109 orang. Adapun penambahan kasus Covid-19 pada awal Juni ini rata-rata mencapai 70 orang.

Baca Juga:  Wow! Petisi Batalkan Ibu Kota Negara Telah Diteken Lebih dari 8.000 Orang, Angkanya Terus Bertambah

“Perkembangannya agak drastis. Jadi ada 666 kasus dari tanggal 1-9 Juni 2021, lalu yang meninggal ada 12 orang. Rata-rata dalam sehari itu bertambah sekitar 70 orang,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bandung Barat Agus Ganjar Hidayat.

Baca Juga:  Kapolresta Cirebon Minta Satgas Covid-19 Tingkat Desa dan Kelurahan Perkuat 3T

Melihat perkembangan tersebut, Agus Ganjar menyebutkan, kecamatan yang menjadi penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Bandung Barat masih berasal dari Kecamatan Padalarang, Ngamprah, dan Lembang. 

Menurut dia, lonjakan kasus Covid-19 di KBB disebabkan oleh pergerakan manusia sebelum dan setelah Lebaran. Hal tersebut memicu kemunculan klaster pengajian, perkantoran, dan pernikahan. 

“Pergerakan masyarakat setelah lebaran juga menjadi penyebab melonjaknya kasus di KBB. KBB ini kan sebetulnya daerah tujuan mudik, tapi tidak menutup kemungkinan banyak juga yang mudik,” terangnya. 

Baca Juga:  Raditya Dika Berduka, Penulis Novel Lupus Hilman Hariwijaya Meninggal

Dia mengakui, mobilitas masyarakat saat ini susah ditekan. Namun, pihaknya menyebut akan mengoptimalisasi kehadiran Satgas Covid-19 mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat RT.

“Mobilitas juga harus ditekan tapi memang saat ini susah dikendalikan. Satgas sampai tingkat RT ini akan dioptimalisasi lagi untuk menekan laju kasus Covid-19, yakni dengan disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan,” tegasnya. (Yoy)

Tinggalkan Balasan