Gara-gara Tolak IKN Nusantara, Bahlil ke Cak Imin: Anda Cocok Jadi Wagub, Bukan Wapres!

Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Foto: REUTERS).

JABARNEWS | BANDUNG – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melontarkan sindiran ke Muhaimin Iskandar (Cak Imin) karena menolak Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Menurut Bahlil, Cak Imin lebih cocok menjadi wakil gubernur atau wagub DKI Jakarta dari pada menjadi calon wakil presiden atau cawapres.

Baca Juga:  Nama-nama Capres Usulan 34 DPW Partai NasDem untuk Pemilu 2024, Anies Baswedan Mendominasi

Sebagaimana diketahui, Cak Imin yang menolak pembangunan IKN di Kalimantan Timur dengan alasan sudah nyaman di Jakarta. Cawapres nomor urut 1 pendamping capres Anies Baswedan itu juga sempat mengungkap tak mau dipindah ke hutan.

“Ada calon wakil presiden menyampaikan bahwa ‘kita sudah nyaman tinggal di kota, kok mau disuruh untuk pindah ke kampung atau di hutan-hutan’. Ini artinya anda cocok berpikir untuk memimpin Gubernur DKI Jakarta dan menjadi wagub DKI Jakarta, bukan menjadi presiden dan wakil presiden,” kata Bahlil di hadapan relawan Prabowo-Gibran di Surabaya, Minggu (3/12/2023).

Baca Juga:  Serukan Boikot Indomaret, KSPI dan FSPMI Bakal Turun ke Jalan

Bahlil selaku Ketua Dewan Pembina Pilar 08 pendukung Prabowo-Gibran itu kemudian menjelaskan bahwa pembangunan IKN telah diatur dalam undang-undang. Bahkan salah satu partai politik yang mendukung disahkannya Undang-Undang IKN tersebut ialah Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB yang dipimpin Cak Imin.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Geram Dengan Pembabatan Hutan dan Penggusuran Kaum Adat