Nasional

Diancam Dibunuh, Warga Gugat Aturan Perlindungan Pelapor Korupsi ke MK

×

Diancam Dibunuh, Warga Gugat Aturan Perlindungan Pelapor Korupsi ke MK

Sebarkan artikel ini
Sidang gugatan perlindungan pelapor korupsi di Mahkamah Konstitusi oleh La Hasidi.
La Hasidi menyampaikan pokok permohonan uji materi terkait perlindungan pelapor korupsi di Ruang Sidang Panel Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (3/12/2025). (Foto: Dok. MKRI)

Ia mendesak agar perlindungan tidak perlu menunggu selesainya verifikasi administratif LPSK ketika ancaman nyata sudah di depan mata.

“Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) wajib memberikan perlindungan hukum secara langsung, segera, dan efektif sejak adanya ancaman nyata terhadap saksi, korban, maupun pelapor tindak pidana, tanpa menunggu selesainya proses verifikasi administrative,” ujar La Hasidi dalam petitum.

Baca Juga:  Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka, Ini Besaran Kuotanya

Menanggapi permohonan tersebut, Majelis Panel Hakim yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo bersama Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah memberikan sejumlah catatan perbaikan.

Baca Juga:  Wamendes: Koperasi Desa Merah Putih Harus Tingkatkan Ekonomi, Bukan Matikan Usaha Warga

Hakim Konstitusi Daniel Yusmic menyarankan pemohon untuk memperbaiki sistematika permohonan sesuai Peraturan MK Nomor 7 Tahun 2025.

Sementara itu, Hakim Konstitusi Guntur Hamzah menyoroti belum kuatnya argumentasi terkait pertentangan antara pasal yang diuji dengan UUD 1945 sebagai dasar pengujian.

Baca Juga:  Tanpa Alasan, Tukang Kopi di Tasikmalaya Ditusuk Pria Tak Dikenal
Pages ( 4 of 5 ): 123 4 5