Kerugian Rp1,2 Triliun dalam Investasi Suntik Modal Alat Kesehatan, Kasus Penipuan Terbesar?

Tangkapan layar video mengenai kasus dugaan penipuan yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp1,2 triliun. (Twitter)
Tangkapan layar video mengenai kasus dugaan penipuan yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp1,2 triliun. (Twitter)

JABARNEWS | BANDUNG – Viral di media sosial kasus dugaan penipuan investasi suntik modal alat kesehatan dengan kerugian mencapai Rp1,2 triliun.

Kasus dugaan penipuan itu heboh usai diunggah akun Twitter @NickoRachman. Dia pun mencuitkan banyaknya korban tertipu penipuan investasi. 

“SCAM terbesar tahun ini, kasus investasi suntik modal alkes,” tulis akun tersebut pada Minggu 12 Desember 2021, hingga viral pada Senin 13 Desember 2021.

Baca Juga:  Penyaluran BLT BBM Sudah Mencapai 95 Persen, Jokowi: Akhir Tahun Harus Selesai

Baca Juga: Viral Foto Wajah Babak Belur Herry Wirawan si Pemerkosa Santriwati, Ini Penjelasannya

Baca Juga: Kecelakaan di Jalur Maut Cianjur Libatkan 2 Mobil dan 1 Motor, Korban Tewas Warga Sukabumi

Menurut laporan yang diterima, akun itu pun mengungkapkan bahwa pelaku yang menawarkan investasi suntik modal alat kesehatan tersebut kini telah kabur.

Baca Juga:  Cegah Penipuan, Masyarakat Diminta Beli Tiket Koser Coldplay di Situs Resmi

“Kerugian Rp1,2T dan asset yang berhasil di sita saat ini mencapai Rp36 miliar. posisi pelaku saat ini kabur dan masih buron!” tuturnya.

Dia juga mengunggah sejumlah video yang memperlihatkan pelaku saat menjelaskan investasi suntik modal alat kesehatan. Dia juga mengaku ikut merugi puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Ke Konsolidasi Internal Pemkot Bandung Sepeninggal Oded, Ridwan Kamil Sampaikan Surat Ini

Baca Juga:  Alhamdulillah.. Ponpes di Sukabumi Sudah Mulai Dibuka

Baca Juga: Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai 14 Desember 2021, Bisa Dilakukan di Daerah Ini

“Btw gue korban juga, untungnya nominalnya cuma puluhan juta. soalnya banyak temen-temen lain sampe 1-5M bahkan ada yang 20M,” kata dia. 

Unggahan tersebut mendapat banyak retweets, likes, maupun komentar dari warganet lainnya.***