Nasional

Meski Masuk Kemarau, Tapi Masih Turun Hujan, Begini Penjelasan BMKG

×

Meski Masuk Kemarau, Tapi Masih Turun Hujan, Begini Penjelasan BMKG

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hujan lebat. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi hujan lebat. (Foto: Istimewa).

Sementara itu, lanjut Guswanto, dalam skala regional, terdapat beberapa fenomena gelombang atmosfer yang aktif meningkatkan aktivitas konvektif dan pembentukan awan hujan, yaitu MJO (Madden Jullian Oscillation), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby yang terjadi pada periode yang sama.

“Adanya pola belokan angin dan daerah pertemuan serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar Sumatera bagian selatan dan di Jawa bagian barat juga mampu meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah tersebut didukung dengan anomali suhu muka laut positif yang dapat meningkatkan potensi uap air di atmosfer,” paparnya.

Baca Juga:  Putra Wali Kota Solo Jan Ethes Dikawal Paspamres, Disambut Layaknya Tamu Kenegaraan

Menurut Guswanto, meskipun saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, namun, karena adanya fenomena-fenomena atmosfer tersebut memicu terjadinya dinamika cuaca yang berdampak masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Muhammadiyah Imbau Masyarakat untuk Tidak Pragmatis saat Pemilu 2024

Sementara itu untuk wilayah Jabodetabek masih perlu diwaspadai potensi hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di pada siang-sore hari terutama di wilayah barat, timur, dan selatan.

Baca Juga:  18 Tokoh dapat Tanda Kehormatan dari Presiden Jokowi, Ini Daftarnya

Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang. Terkait musim kemarau, Guswanto pun mewanti-wanti agar masyarakat waspada terhadap dampak kekeringan.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3

Tinggalkan Balasan