“Ada hitungan kasar sekali (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” jelas Purbaya.
Ia mengungkapkan alasan mengapa kebijakan ini hanya berlaku sehari. Pemerintah ingin tetap menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dengan produktivitas pegawai.
“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” tutur Purbaya.
Purbaya menambahkan, jika WFH diberlakukan pada hari Jumat, masyarakat akan memiliki rangkaian akhir pekan yang lebih panjang. Kondisi ini dipercaya dapat mendorong aktivitas ekonomi rumah tangga dan sektor pariwisata.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang mendorong penghematan konsumsi BBM sebagai langkah antisipasi krisis global. Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu.





