Setelah jaringan transmisi kembali tersambung, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya. Proses ini menjadi bagian penting agar sistem kelistrikan Aceh dapat pulih secara bertahap dan stabil.
Untuk memastikan pengoperasian optimal, diperlukan waktu sekitar 48 jam ke depan melalui tahapan pemanasan pembangkit, sinkronisasi dengan sistem, serta pengujian kinerja. Tahap tersebut menjadi prasyarat sebelum sistem dibebani lebih lanjut guna menjaga keandalan pasokan listrik.
“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan secara berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan menopang sistem secara andal,” tegasnya.
Selanjutnya, pasokan listrik akan disalurkan secara bertahap melalui 20 unit gardu induk, 558 unit penyulang, serta 15.717 unit gardu distribusi yang melayani masyarakat di seluruh wilayah Aceh.
Dalam proses pemulihan ini, lebih dari 1.600 petugas PLN masih disiagakan hingga seluruh sistem kelistrikan Aceh kembali normal. Darmawan menuturkan semangat masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana menjadi motivasi tersendiri bagi para petugas di lapangan.





