“Dan yang saya bersyukur, Perdana Menteri Pakistan bersedia bersama Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan oleh Presiden,” ujarnya.
Jimly menjelaskan bahwa rencana kunjungan tersebut bukan dimaksudkan sebagai proses negosiasi langsung antara pihak yang berkonflik, melainkan untuk mencegah meluasnya ketegangan di kawasan.
“Ini bukan dalam konteks negosiasi atau mediasi Israel dengan Iran. Situasinya sudah sangat serius. Ini lebih kepada upaya mencegah eskalasi konflik yang lebih luas,” kata Jimly.
Ia menambahkan bahwa inisiatif tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran beberapa waktu lalu.
Menurut Jimly, dukungan Pakistan menunjukkan bahwa upaya yang dipikirkan Presiden Prabowo tidak hanya datang dari Indonesia.





