Nasional

Rumah Zakat Beri Solusi Kemasan Daging Qurban Di Tengah Pandemi

×

Rumah Zakat Beri Solusi Kemasan Daging Qurban Di Tengah Pandemi

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | CIREBON – Rumah zakat memberikan solusi terkait kemasan daging kurban di masa pandemi Covid-19 melalui program Superqurban, yang dikemas dalam bentuk kaleng dan bertahan dengan jangka waktu yang sangat lama.

“Dengan Superqurban jutaan ton daging kurban yang habis tiga hari dapat dioptimalkan menjadi cadangan makanan sebagai ikhtiar terwujudnya ketahanan pangan Indonesia,” Kata Brance Manager Rumah Zakat Kota Cirebon, Iman Handiman, Senin (13/07/2020)

Superqurban merupakan program optimalisasi kurban dengan mengolah dan mengemas daging kurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang yang tahan hingga tiga tahun.

Baca Juga:  Ini Daftar Petugas Pengibar Bendera Pusaka Di Kabupaten Purwakarta

“Selain memperhatikan aspek syariah, di masa pandemi ini pengelolan kurban kita lakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang mengacu pada SE. Direktorat Jenderal peternakan dan kesehatan hewan Kementrian Pertanian tentang pelaksanaan kegiatan Kurban dalam situasi wabah Covid 19,” katanya.

Selama 2019 Rumah Zakat telah menyalurkan 394.208 paket Superqurban, Sedangkan dari Januari hingga Mei 2020 146.518 paket Superqurban telah disalurkan di berbagai wilayah dari Aceh hingga Papua, termasuk kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Baca Juga:  Waduh, Ada Dugaan Korupsi Penggunaan Anggaran di Desa Gudang Cianjur

“Superqurban menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 terutama mereka yang pendapatannya berkurang selama pandemi. Superqurban akan terus didistribusikan sepanjang tahun untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa-masa sulit,” katanya.

Selain itu dengan inovasi Superqurban, pembagian daging qurban tidak akan menimbulkan kerumunan di masyarakat karena Superqurban didistribusikan langsung oleh para Relawan Rumah Zakat secara merata kepada masyarakat terdampak Covid-19, masyarakat yang membutuhkan di kawasan tertinggal, terluar dan terdepan Indonesia, serta daerah yang terkena bencana.

Baca Juga:  Jalin Komunikasi dengan Syekh Al-Azhar dan Pemimpin Vatikan, Menag Yaqut Jadi Tokoh Perdamaian Dunia?

“Selain untuk mensyiarkan kebermanfaatan qurban sebanyak-banyaknya, melalui Duta Qurban ini kita sekaligus ingin menggerakan kembali perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19,” katanya. (CR2)

Tinggalkan Balasan