Pahala Dilipatgandakan di Bulan Ramadhan, Lalu Bagaimana dengan Dosa?

Waktu diyakini merupakan salah satu barometer yang bisa menjadikan nilai pahala dan dosa tidak sama. Misalnya bulan Ramadhan. Pada bulan ini semua pahala ibadah serba berlipat ganda.

Namun tak hanya itu, Allah juga melipatkgandakan dosa dalam setiap maksiat.

Baca Juga:  3 Sifat Kiki Amalia Ini Buat Agung Nugraha Cinta Mati hingga Rela Menunggu 12 Tahun

Keistimewaan bulan Ramadhan memang tidak bisa dihitung banyaknya, mulai dari dilipatgandakannya pahala, hingga dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka.

Oleh sebab itu, umat Islam seharusnya menjaga kesakralan bulan suci ini dengan bersungguh-sungguh menjauhi setiap hal yang bisa merusak kesakralan Ramadhan.

Baca Juga:  Polisi di Purwakarta Terus Berbagai Kebahagiaan di Bulan Ramadhan

Karena, semua itu bisa berdampak pada dirinya, serta tidak mendapat nilai apa pun dalam menjalankan puasanya. Syekh Abdurrahman bin Qasim pernah menjelaskan dengan bentuk syair:

Baca Juga:  Kemenag Perketat Kapasitas Jamaah di Masjid selama Bulan Ramadhan

إِذا لم يَكنْ في السَّمْعِ مِنّي تَصامُمٌ # وفي بَصَرِي غَضٌّ وفي مَنْطِقي صَمْتُ فحَظِّي إِذاً مِنْ صَوْمِيَ الجُوعُ والظَّمَا # فإِنْ قُلْت يوماً إِنَّنِي صُمْتُ ما صُمْتُ