Pada jenjang usia dini, siswa TK bersama orang tua mengikuti lomba membuat maket dari bahan bekas, sementara siswa SD berpartisipasi dalam lomba komik digital bertema “Aksi Kecilku Merawat Bumi.” Kegiatan ini memperlihatkan integrasi literasi teknologi dan kesadaran lingkungan sejak dini, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membangun karakter anak.
Melalui Aloysius Green Gallery, pengunjung diajak melihat implementasi keberlanjutan secara nyata. Selain menampilkan gerakan Organic NANO Enzyme sebagai praktik pengelolaan lingkungan, galeri ini juga memamerkan karya siswa TK hingga SMA yang memanfaatkan material daur ulang menjadi produk kreatif dan edukatif. Aloysius Green Gallery menghadirkan keberlanjutan bukan sekadar konsep, melainkan pengalaman belajar yang hidup dalam keseharian sekolah.
Dengan semangat Ad Maiora Natus Sum, Aloysius Fest 2026 menegaskan komitmen Sekolah Santo Aloysius untuk membangun model pendidikan yang menyatukan kecerdasan, kreativitas, literasi teknologi, serta kepedulian sosial dan lingkungan dalam satu kesatuan yang utuh dan berkelanjutan.
Aloysius Fest akan berlanjut hingga 15 Februari 2026 dengan berbagai kegiatan kolaboratif yang melibatkan siswa, orang tua, pendidik, dan masyarakat umum sebagai bagian dari gerakan pendidikan yang adaptif dan relevan dengan tantangan masa depan. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





