Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Peserta Lindungi Sesama Pekerja, Wujudkan ‘Kerja Keras Bebas Cemas’

×

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Peserta Lindungi Sesama Pekerja, Wujudkan ‘Kerja Keras Bebas Cemas’

Sebarkan artikel ini
Pekerja informal (Foto: Ist)
Pekerja informal (Foto: Ist)

JABARNEWS | DEPOK – BPJS Ketenagakerjaan mengajak seluruh peserta untuk saling peduli dan melindungi sesama pekerja, terutama mereka yang bekerja di sektor informal atau pekerja informal. Kampanye “Kerja Keras Bebas Cemas” yang digaungkan mengajak seluruh pekerja untuk fokus pada produktivitas tanpa perlu khawatir akan risiko pekerjaan karena ada perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga:  DPD RI Dorong Amandemen UU Jaminan Sosial demi Perlindungan Pekerja Informal

Hingga saat ini, BPJS Ketenagakerjaan telah berhasil memberikan perlindungan kepada 40,83 juta pekerja dari berbagai latar belakang. Komposisi peserta didominasi oleh pekerja formal sebanyak 25,8 juta orang, diikuti 9,4 juta pekerja informal, dan 5,6 juta pekerja sektor jasa konstruksi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Depok, Achiruddin, mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi pekerja informal. Menurutnya, mayoritas pekerja dalam kategori desil 1 dan desil 4 sangat rentan terhadap risiko sosial ekonomi, penyakit, dan kecelakaan kerja. Mereka juga berpotensi menghadapi kesulitan ekonomi di usia lanjut.

Baca Juga:  Bank Bjb Sabet 8 Penghargaan di 12th Infobank Digital Brand Recognition 2023

“Pekerja rentan merupakan salah satu kelompok pekerja yang paling membutuhkan jaring pengaman sosial untuk memastikan kemandirian pekerja dan keluarganya ketika memiliki risiko pekerjaan yang juga terkadang tidak dapat konsisten untuk membayarkan iurannya. Berbeda dengan pekerja formal yang memiliki bagian dalam perusahaan mengingatkan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan” ungkap Achiruddin.

Baca Juga:  PMI di Korea Selatan Meninggal Akibat Kecelakaan Kerjadapat Santunan Rp213 Juta

Apabila terjadi risiko kecelakaan kerja, para peserta bisa mendapatkan penggantian biaya perawatan sampai sembuh dan akan mendapatkan santunan apabila kecelakaan kerja yang mengakibatkan cacat.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2