Ragam

Bos Facebook Stop Cek Fakta, Peraih Nobel Perdamaian Sebut Ancaman bagi Demokrasi

×

Bos Facebook Stop Cek Fakta, Peraih Nobel Perdamaian Sebut Ancaman bagi Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Maria Ressa, jurnalis sekaligus CEO Rappler, yang juga penerima Nobel Perdamaian 2021 (Foto: Net)
Maria Ressa, jurnalis sekaligus CEO Rappler, yang juga penerima Nobel Perdamaian 2021 (Foto: Net)

JABARNEWS | MANILA – Peraih Nobel Perdamaian 2021, Maria Ressa, mengkritik keras keputusan Meta menghentikan program pengecekan fakta di Facebook dan Instagram. Jurnalis asal Filipina ini menyebut kebijakan Meta itu sebagai ancaman serius bagi jurnalisme, demokrasi, dan pengguna media sosial (medsos).

Dilansir dari laman Rappler.com, Ressa menegaskan bahwa keputusan pemilik Meta, Mark Zuckerberg, untuk melonggarkan moderasi konten di platform Facebook dan Instagram akan menciptakan “dunia tanpa fakta”, yang menurutnya adalah dunia yang ideal bagi seorang diktator.

Baca Juga:  Beredar Informasi Bantuan Rp150 Juta untuk Pekerja Migran Indonesia, Ini Faktanya

“Mark Zuckerberg mengatakan ini adalah masalah kebebasan berbicara, itu sepenuhnya salah,” ungkap Ressa kepada AFP di kantor redaksi Rappler, Manila, Rabu (8/01/2025).

Baca Juga:  Melalui Aklamasi, Cak Imin Kembali PImpin PKB 2019-2024

“Hanya mereka yang berorientasi pada keuntungan yang bisa mengklaim hal itu, hanya mereka yang haus kekuasaan dan uang yang bisa berkata demikian. Ini menyangkut keselamatan,” lanjutnya.

Ressa pun dengan tegas membantah pernyataan Zuckerberg yang menyebut pemeriksa fakta telah “terlalu bias secara politik” dan merusak kepercayaan publik.

Baca Juga:  Andrea Dovizioso Putus Kontrak, Ducati Kecewa

“Jurnalis memiliki serangkaian standar dan etika. Yang akan dilakukan Facebook adalah menyingkirkan itu semua dan kemudian membiarkan kebohongan, kemarahan, ketakutan, dan kebencian meracuni setiap orang di platform tersebut,” jelasnya.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23