Daerah

Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Isu Vasektomi Sebagai Syarat Bansos: Tidak Ada!

×

Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Isu Vasektomi Sebagai Syarat Bansos: Tidak Ada!

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai kebijakan vasektomi sebagai syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah provinsi. Dalam keterangannya di Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia, Jakarta, Kamis (8/5/2025), Dedi menegaskan bahwa tidak ada kebijakan seperti itu.

Baca Juga:  Jaga Ketahanan Imunitas, Warga Binaan di Lapas Purwakarta Diberikan Vitamin

“Tidak ada kebijakan vasektomi. Tidak ada. Tidak ada kebijakan itu,” ujar Dedi, menanggapi pemberitaan yang menyebutkan adanya syarat tersebut.

Dedi menjelaskan bahwa yang sebenarnya dia anjurkan adalah keluarga berencana (KB), terutama bagi keluarga yang sudah memiliki banyak anak. Ia menekankan bahwa KB utamanya disarankan kepada laki-laki, dan ada berbagai metode kontrasepsi yang dapat dipilih, bukan hanya vasektomi.

Baca Juga:  Kas Pemprov Jabar Disorot, Dedi Mulyadi Dorong BPK Cepat Audit APBD Jawa Barat

Menurut Dedi, program keluarga berencana bertujuan untuk mengatur jumlah kelahiran agar bantuan sosial dan sumber daya dari pemerintah lebih merata.

Baca Juga:  Kabar Baik Soal Covid-19, Begini Kata Lembaga Peneliti Ipsos

“Bisa dilihat di media sosial saya. Media sosial saya adalah kepada penerima bantuan yang anaknya banyak, diharapkan berkeluarga berencana; dan berkeluarga berencana itu kalau bisa yang melakukan laki-laki. Dan tidak vasektomi saja, ‘kan, ada yang lain, ada pengaman,” jelas Dedi.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2