Nasional

Saat Biaya Politik Mahal, Korupsi Jadi Risiko Jabatan

×

Saat Biaya Politik Mahal, Korupsi Jadi Risiko Jabatan

Sebarkan artikel ini
KPK soroti mahalnya biaya politik dan risiko korupsi jabatan
Gedung KPK (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA – Biaya politik yang mahal kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya.

Kasus ini dinilai bukan sekadar persoalan individu, melainkan cerminan masalah struktural dalam rekrutmen dan pendanaan politik di Indonesia.

Baca Juga:  Ayo Bersekolah di SMK Parawisata!

KPK menilai, mahalnya ongkos politik membuat jabatan publik kerap dibebani utang sejak awal. Beban itulah yang kemudian membuka jalan bagi praktik korupsi setelah kekuasaan diraih.

Baca Juga:  Heboh Pungli di Rutan KPK, Nominal Capai Rp4 Miliar

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kasus Ardito Wijaya menunjukkan lemahnya sistem rekrutmen partai politik yang belum terintegrasi dengan kaderisasi yang sehat.

Baca Juga:  KPK Incar Petinggi Parpol dalam Kasus Korupsi Ini, Siapa?

Kandidasi kepala daerah masih banyak ditentukan oleh kekuatan finansial dan popularitas, bukan kapasitas dan integritas.

Pages ( 1 of 4 ): 1 234