Daerah

Ancaman Perang Sarung Berbatu Saat Ramadan, Ketua MUI Purwakarta Desak Tindak Tegas

×

Ancaman Perang Sarung Berbatu Saat Ramadan, Ketua MUI Purwakarta Desak Tindak Tegas

Sebarkan artikel ini
MUI Purwakarta
Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, KH John Dien Saat ditemui di kediamannya. (Foto: Gin/JabarNews).

JABARNEWS | PURWAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Purwakarta, KH John Dien, memperingatkan meningkatnya risiko kekerasan dalam tradisi perang sarung selama Ramadan, terutama setelah muncul praktik menyimpang seperti memasukkan benda keras ke dalam sarung yang berpotensi melukai.

Di Purwakarta, Jawa Barat, KH John menegaskan bahwa pengawasan orang tua menjadi faktor utama untuk mencegah anak-anak terlibat dalam aksi yang dapat berkembang menjadi tawuran berbahaya.

Baca Juga:  Transformasi TV Digital Buka 240.000 Lapangan Kerja Baru, Kata Ridwan Kamil

“Saya mengajak semua orang tua untuk memantau anak-anak kita supaya tidak terlibat dan memicu perang sarung,” kata KH John Dien saat ditemui, Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga:  Bawaslu Cianjur Perintahkan Panwascam untuk Tertibkan Alat Peraga Kampanye

Ia menilai, perang sarung yang semula dianggap permainan tradisional kini mengalami pergeseran makna dan berpotensi menjadi tindakan kekerasan. Menurutnya, penggunaan sarung yang diisi batu atau benda keras bukan lagi permainan, melainkan tindakan yang dapat mencederai orang lain dan melanggar norma hukum.

Baca Juga:  Tips Berkendara Saat Ramadan ala Kasat Lantas Polres Purwakarta

“Tak jarang, sarung yang digunakan diisi benda keras sehingga memicu emosi hingga berujung tawuran antar kelompok remaja. Sarung diisi batu itu perbuatan yang sangat menyimpang. Ini bisa menganiaya orang lain. Sangat dilarang,” ujarnya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2