JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung masih berjibaku menghadapi persoalan sampah meski layanan pengangkutan telah kembali normal setelah libur Lebaran 2026.
Lonjakan volume sampah hingga sekitar 20 persen membuat penumpukan masih terlihat di berbagai titik kota.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan, dalam kondisi biasa produksi sampah harian mencapai sekitar 1.500 ton.
Namun pada periode H-1 hingga H+4 Lebaran, jumlah tersebut meningkat menjadi kurang lebih 1.800 ton per hari.
Kenaikan ini berdampak langsung pada kemampuan pengangkutan. Sampah yang diangkut pada pagi hari kerap kembali menumpuk pada sore harinya, dan kondisi serupa berulang keesokan hari.





