JABARNEWS | TASIKMALAYA – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya kini berada di titik nadir. Penjara yang seharusnya menjadi tempat pembinaan manusia ini justru mengalami kelebihan kapasitas yang ekstrem, memicu kekhawatiran terkait kelayakan hidup para warga binaan.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat langsung ketimpangan drastis antara luas bangunan dengan jumlah penghuni.
Data terbaru menunjukkan, lapas yang hanya memiliki 24 kamar (ditambah satu kamar wanita) ini dipaksa menampung 462 orang.
Padahal, secara teknis, bangunan peninggalan masa lalu tersebut hanya dirancang untuk kapasitas ideal 88 orang.
Potret Buram “Over Capacity”
Saat ini, setiap sel di Lapas Tasikmalaya dihuni oleh 15 hingga 25 orang, tergantung dimensi ruangan. Kondisi ini membuat para narapidana harus berbagi ruang yang sangat sempit untuk sekadar tidur atau beraktivitas.





