Daerah

Adab Budaya Sunda Mulai Luntur, Pemerhati Ungkap Alasannya

×

Adab Budaya Sunda Mulai Luntur, Pemerhati Ungkap Alasannya

Sebarkan artikel ini
Anak-anak mengenakan pakaian adat Sunda sambil tersenyum dalam acara pelestarian budaya.
Anak-anak pakai baju adat Sunda tersenyum ceria di acara budaya (Foto: archipelagoid)

Namun menurut pria yang disapa Bah Cecep ini, faktor rasa malu menggunakan bahasa daerah dan pengaruh penggunaan bahasa Indonesia di rumah turut menyumbang menurunnya penggunaan bahasa Sunda.

Selain itu, kemajuan teknologi, terutama penggunaan handphone, turut mengubah interaksi sosial masyarakat Sunda.

Baca Juga:  Lestarikan Budaya, Pemkot Cimahi Bakal Wajibkan Anak Sekolah Belajar Aksara Sunda

“Seperti contoh adanya handphone, ketika berkumpul baik di rumah ataupun bersama teman, bukan asik ngobrol tetapi semua fokus sama handphone nya masing-masing,” tambah Bah Cecep.

Baca Juga:  1,18 Juta Orang Diprediksikan Datang ke Kota Bandung Selama Natal dan Tahun Baru, Begini Antisipasinya

Menurutnya, untuk mengembalikan dan melestarikan adab budaya Sunda, masyarakat harus berani mempertahankan identitas budayanya, salah satunya dengan aktif menggunakan bahasa Sunda dalam keseharian dan memakai pakaian tradisional seperti baju Pangsi.

Baca Juga:  IWO Karawang Siap Berantas Berita Hoax

Keterlibatan pemerintah dan dunia pendidikan, tambahnya, juga sangat diperlukan untuk membangun kembali karakter generasi muda melalui budaya lokal.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3