Daerah

Adab Budaya Sunda Mulai Luntur, Pemerhati Ungkap Alasannya

×

Adab Budaya Sunda Mulai Luntur, Pemerhati Ungkap Alasannya

Sebarkan artikel ini
Anak-anak mengenakan pakaian adat Sunda sambil tersenyum dalam acara pelestarian budaya.
Anak-anak pakai baju adat Sunda tersenyum ceria di acara budaya (Foto: archipelagoid)

Namun menurut pria yang disapa Bah Cecep ini, faktor rasa malu menggunakan bahasa daerah dan pengaruh penggunaan bahasa Indonesia di rumah turut menyumbang menurunnya penggunaan bahasa Sunda.

Selain itu, kemajuan teknologi, terutama penggunaan handphone, turut mengubah interaksi sosial masyarakat Sunda.

Baca Juga:  Subuh Berjamaah Di Subang, Emil: Perhatikan Dhuafa, Dekati Ulama

“Seperti contoh adanya handphone, ketika berkumpul baik di rumah ataupun bersama teman, bukan asik ngobrol tetapi semua fokus sama handphone nya masing-masing,” tambah Bah Cecep.

Baca Juga:  Dihadapan Budayawan Sunda, Ridwan Kamil Sepakat Lestarikan Karya Pujangga

Menurutnya, untuk mengembalikan dan melestarikan adab budaya Sunda, masyarakat harus berani mempertahankan identitas budayanya, salah satunya dengan aktif menggunakan bahasa Sunda dalam keseharian dan memakai pakaian tradisional seperti baju Pangsi.

Baca Juga:  bank bjb Raih Predikat Informatif 2025, Tegaskan Konsistensi Transparansi dan Akuntabilitas Publik

Keterlibatan pemerintah dan dunia pendidikan, tambahnya, juga sangat diperlukan untuk membangun kembali karakter generasi muda melalui budaya lokal.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3