JABARNEWS | KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalokasikan anggaran sekitar Rp76 miliar untuk memperkuat program ketahanan pangan desa yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan, Budi Alimudin, mengatakan anggaran tersebut disalurkan dalam bentuk penyertaan modal kepada BUMDes agar mampu mengelola usaha pangan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
“Pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp76 miliar sebagai penyertaan modal BUMDes untuk program ketahanan pangan desa,” kata Budi di Kuningan, Minggu (18/1/2025).
Menurut Budi, penguatan ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Pengelolaan usaha pangan melalui BUMDes dinilai mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan desa.
Sejumlah desa mulai merasakan dampak program tersebut. Di Desa Jagarana, misalnya, BUMDes setempat mampu menyerap 487 tenaga kerja dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp587 juta pada tahun berjalan.





