Daerah

Anggota KPU Kota Bogor Terbukti Terima Uang dari Calon Walikota, Ini Penjelasan Bawaslu

×

Anggota KPU Kota Bogor Terbukti Terima Uang dari Calon Walikota, Ini Penjelasan Bawaslu

Sebarkan artikel ini
Kantor Bawaslu Kota Bogor
Kantor Bawaslu Kota Bogor. (foto: istimewa)
Kantor Bawaslu Kota Bogor
Kantor Bawaslu Kota Bogor. (foto: istimewa)

Namun, Bawaslu menemukan bahwa Dede Juhendi berperan sebagai perantara dalam proses ini, yang melibatkan tim hukum dan tim pemenangan Dokter Rayendra. Ia bahkan sempat meminta pembayaran kepada tim Dokter Rayendra sebagai kompensasi atas kerja tim hukum yang dikenalinya.

Baca Juga:  Dugaan Bansos di Purwakarta Dipotong aparatur Desa

“Dede Juhendi dinyatakan melanggar kode etik sebagai penyelenggara pilkada. Perannya sebagai calo dan tindakannya menagih pembayaran tersebut menegaskan keterlibatannya dalam pelanggaran ini,” ujar Anto.

Kasus ini akan segera dilimpahkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Bawaslu Kota Bogor berencana memberikan rekomendasi agar Dede Juhendi dijatuhi sanksi atas pelanggaran etik yang dilakukannya.

Baca Juga:  Bawaslu Bekasi Sebut Tujuh Kecamatan Ini Rawan Tinggi

“Berkas kasus ini telah disiapkan dan akan diteruskan ke DKPP RI. Kami juga merekomendasikan agar DKPP menjatuhkan sanksi yang sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh Dede Juhendi,” tutupnya.

Baca Juga:  Pendaftaran Calon Bupati Bogor dari Jalur Independen Resmi Dibuka, Ini Syaratnya

Kasus ini mencuat sebagai pengingat pentingnya integritas dalam proses pemilu, terutama bagi pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemilihan umum. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2