Daerah

Dugaan Bansos di Purwakarta Dipotong aparatur Desa

×

Dugaan Bansos di Purwakarta Dipotong aparatur Desa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bansos. (Dok Net/Istimewa)

JABARNEWS | PURWAKARTA – Meskipun Kementerian Sosial sudah menegaskan bahwa dana bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat tidak boleh dipotong untuk alasan apapun dan oleh siapapun. Dana bansos harus utuh diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

Kali ini dugaan pemotongan dana bansos terjadi di Kabupaten Purwakarta. Uang bansos sembako yang seharusnya dibagikan utuh Rp 600 ribu per KPM malah dipungli oknum perangkat desa.

Baca Juga:  Harlah Satu Abad NU, Dua Pemuda Ini Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak NU Di Kabupaten Purwakarta.

Salah satunya terjadi di desa di wilayah Kecamatan Tegalwaru. Para KPM yang harusnya utuh mendapat Rp 600 ribu hanya menerima Rp 540 ribu saja. Musababnya, oknum perangkat desa meminta upah fasilitasi sebesar Rp 60 ribu untuk tiap KPM.

Baca Juga:  Demi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Saat Musim Kemarau, Ini Langkah Pemkab Purwakarta

“Ini terjadi di desa yang tidak ada kerja sama dengan warung sembako. Sehingga, desa hanya fasilitasi KPM sampai pencairan di PT Pos. Soal uang itu akhirnya mau dibelanjakan apa, kapan dan dimana, desa sepertinya tidak mau tau,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya, pada Kamis (3/3/2022).

Baca Juga:  Terbesar di Indonesia, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan Efisienkan Anggaran Jabar Rp5,1 Triliun

Padahal, lanjut dia, sebagai bagian dari struktur pemerintah, desa berkewajiban memberikan bantuan dan fasilitasi kepada para KPM dalam memperoleh haknya. Salah satunya berupa sembako. Mengingat, program ini merupakan bansos sembako bukan BST (Bantuan Sosial Tunai).

Pages ( 1 of 3 ): 1 23

Tinggalkan Balasan