Ia menambahkan, kampus telah membangun kerja sama dengan ribuan perusahaan untuk membuka akses mahasiswa terhadap dunia kerja. Melalui platform yang disiapkan kampus, mahasiswa dan perusahaan dapat terhubung lebih mudah sesuai kebutuhan industri.
“Semua itu membentuk mahasiswa sehingga siap menghadapi dunia industri dan usaha,” ucapnya.
Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga mulai menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa. Johan menegaskan AI tidak hanya digunakan sebagai alat bantu, tetapi mahasiswa juga diajarkan cara memanfaatkannya secara tepat.
“Kita memberikan bukan hanya menggunakan, tetapi mengajarkan bagaimana cara menggunakan. Sehingga AI menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan,” katanya.
BINUS sendiri menargetkan visi jangka panjang menjadi perguruan tinggi kelas dunia pada 2035 dengan fokus mencetak pemimpin masa depan. Johan menegaskan kampus ingin memastikan lulusannya mampu bersaing baik di dunia global maupun sebagai entrepreneur.





