Menurut Syamsi, penanda seperti boneka kecil, kain, hingga pita warna-warni ternyata sangat efektif. Para jemaah bahkan saling membantu saat mengepak dan memasang tanda di koper masing-masing. Kekompakan inilah yang membuat tradisi ini bertahan.
“Kreativitas tersebut justru menjadi bentuk kearifan jemaah dalam menghadapi kompleksitas logistik ibadah haji modern,” tambahnya.
Meski begitu, ada syarat yang harus dipenuhi. Penanda boleh dipasang asal tidak menutupi identitas resmi yang sudah ditempel petugas.
“Hal tersebut penting untuk memastikan sistem distribusi tetap berjalan sesuai prosedur dan tidak mengganggu proses identifikasi oleh otoritas haji,” tegas Syamsi. Jadi, kreativitas jemaah tetap harus sejalan dengan aturan yang berlaku.
Selain soal penanda, berat koper juga diawasi ketat. Kemenhaj menetapkan batas maksimal 32 kilogram untuk bagasi dan 7 kilogram untuk tas kabin, sesuai ketentuan penerbangan.





